Sering ya pak?

Tuk_tuk Bajaj, Jakarta, Indonesia, Southeast Asia, Asia

Ini masih tentang yang akhirnya saya naiki. Lebih tepatnya tentang sopir bajaj, yang membawa saya ke kantor di hari libur ini.

Penting ya disebut hari liburnya?
Biarin! Hehehe …

Untuk mengisi waktu, seperti biasa – saya suka ngajak ngomong abang bajaj. Begini percakapannya.

Saya : “Bang … Itu jalanan ditutup kenapa sih?”
Abang bajaj : “Itu pak. Berantem. Dari Tadi malam tuh. Gak tau masalahnya apaan.”
Saya : “Sering ya bang?”

Si abang bajaj terdiam sejenak. Mungkin lagi ngitung-ngitung, yang masuk kategori sering itu yang gimana.

Abang Bajaj : “Ya gitu deh. Gak mesti.”

Ooooo … berarti agak susah nentuin sering apa enggak mereka tawuran, pikir saya.

Hari minggu beberapa waktu yang lalu, ketika saya pulang menuju ke stasiun Manggarai dengan istri saya, juga ada bekas tawuran. Pecahan kaca dan batu berserakan di mana-mana.

Abang bajaj tiba-tiba melanjutkan jawabannya.
“Kadang mereka walau hujan tetep tawuran. Gak nunggu kering dulu pak.”

Hadooh abang.
Sering bang.
Bukan kering!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s