#garismati yang berantakan

Akhir minggu ini, saya pulang dari kantor dengan membawa setumpuk pekerjaan rumah. Sebagian memang PR dari kerjaan kantor, sebagian lagi tugas yang harus saya selesaikan adalah pekerjaan di luar kantor.

Pekerjaan kantor diantaranya adalah,  menyelesaikan meneruskan explore IVR eh … atau Bulettin Board ya?, menjelajahi maintenance_plan di DB yang tetap saja belum ketemu gimana solusinya, meneruskan beberapa feature untuk intranet. Hmmm itu aja dulu deh.

Lalu ada tugas untuk bikin kupon, nomor, posisi duduk untuk event besar bidadari saya. Menyelesaikan design brosur dan xBanner. Menuntaskan pembuatan sebuah website komunitas dan … duuuh, saya bahkan tidak berani untuk menuliskan semua hal yang harus kelar akhir minggu ini.

Jadi …, saya sudah menyiapkan rencana untuk begadang malam ini – besok pagi istirahat bentar sebelum meneruskan pekerjaan yang membutuhkan saya ketemu beberapa orang – sore janjian dengan beberapa teman untuk membahas rencana ziarah, malam nerusin kerjaan – lalu besoknya dari pagi sampai tengah hari akan berada di seputaran gereja – pulang dari sana mau meneruskan finalisasi design (karena senin pagi harus siap FA) – dan malamnya akan mengejar penyelesaian website karena akan dilaunching hari senin pagi. Fuiih .. seharusnya itu adalah rencana yang sempurna. Pekerjaan kelar dan semua senang. Walaupun mungkin saya akan sedikit kecapekan …

Tetapi …. #garismati itu harus berantakan.

Sebuah takdir dan kehendak Tuhan dikombinasi dengan faktor usia, berhasil menjungkirbalikkan semua rencana yang sudah saya susun rapi. Bersama ibu bidadari, saya baru masuk rumah sekitar jam 4 pagi. Nengok kerjaan bentar. Benar-benar sebentar. PC masih nanar, tapi mata saya dah melemparkan handuk putih. Nyerah. Perih. Dan kesepakatannya adalah mengistirahatkan mata untuk beberapa kejap saja. Tapi kejapnya mata yang lelah terkadang di luar perhitungan. Alarm dari Maxtron tak mampu mengembalikannya ke alam sadar. Pules-sepuleesnya. Hehehehe

Itu berarti saya tidak berhasil menyelesaikan pekerjaan pertama. Dan itu artinya saya tidak bisa mengirimkan filenya untuk diprint pagi ini juga. Itu merembet ke pertemuan yang tidak akan menghasilkan apa-apa, karena saya belum punya print-outnya untuk dibahas bersama. Dan belum lagi saya memulai meneruskan pekerjaan yang terunda itu, sudah ada telepon masuk yang kelihatannya bakal membuat saya masih harus menunda lagi untuk memulai mengerjakannya. Duuuuh …

Dan parahnya, saya malah menulis gak jelas di blog ini. Hahahahaha.

Parah ….

Gambar diambil dari :  http://www.gettyimages.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s