Tertahan hujan …

KRL jurusan Bogor yang saya naiki baru saja berhenti di stasiun Depok. Saya berdesak-desakan keluar dengan agak susah, karena dari arah luar para penumpang yang akan menuju Depok menyerbu masuk. Setelah bersusah payah, saya berhasil membawa badan besar saya ke luar gerbong. Peron penuh banget. Tumben. Dan saya baru sadar apa penyebabnya.

Hujan deras banget!!!

Selama di dalam kereta tidak terasa hujannya. Duuuh. Mau duduk di peron, kayaknya dah gak memungkinkan lagi. Tapi peron seberang kayaknya masih longgar. Dengan sedikit nekad saya lari ke seberang. Baru saja mau melangkah memasuki peron, hujan sepertinya berkurang. Tiba-tiba saja. Saya membatalkan ke peron dan langsung menyeberang jalur 1 menuju pintu ke luar. Belum lagi melangkah keluar dari stasiun, tiba-tiba (ya .. dari tadi tiba-tiba melulu) hujan menggila lagi.  Terpaksa saya menunggu bersama penumpang lain yang terjebak di situ.

Saya tidak takut air. Saya jarang  menunggu hujan berhenti. Biasanya saya langsung menerabas hujan. Toh sampai rumah saya bisa langsung bisa mandi dan ganti baju. Tetapi sekali ini, kelihatannay saya harus merubah kebiasaan itu. Berlembar-lembar contoh soal yang saya bawa pastilah tidak segagah saya dalam menerobos hujan. Kalau dipaksakan, pastilah menjadi bubur kertas sesampainya di rumah.

Saya memutuskan menanti hujan reda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s