Postingan gak jelas hari ini

Seharian ini saya melakukan aktifitas dengan keadaan yang lumayan parah menyiksa.  Tadi malam pagi, sekitar jam 03.15, ibu bidadari tiba-tiba membangunkan saya dan mengeluh perutnya sakit.  Dengan mata yang sudah sangat susah untuk melek – karena saya baru masuk kamar sekitar jam 03.00 – saya terbangun lagi. Ibu bidadari ke kamar kecil dan disana oek-oekan gak jelas. Saya bilang gak jelas, karena tidak ada yang keluar. Dan itu kelihatannya membuat keadaannya semakin lemas.

Lalu saya baringkan di depan tipi dengan badan yang sudah anyep kabeh. Saya balurin dengan minyak tawon dan saya pijit sebisanya. Tidak lama kemudian, bidadari saya terbangun dan bergabung. Melihat ibunya sakit dia langsung  menangis. Tanpa suara. Saat saya masih memijat-mijat ibunya yang sudah semakin kelihatan parah, dia langsung mojok dan berdoa. Saya gak tau apa isi doanya. Yang pasti, dia berdoa masih sambil menangis.

Saya ambil hape dan menyiapkan salah satu nomor sahabat yang punya kendaraan. Saya bisikkan ke bidadari, kalau ada tanda dari saya, untuk menelepon sahabat tersebut minta tolong membawa ibu bidadari ke RS.

Ibu bidadari badannya saya miringkan dan saya kerok. Mungkin memang kecapekan dia. Hari Jumat dia ke Pondok Gede dan langsung pulang hati itu juga. Hari Sabtunya ikut ke Jakarta melayat dan pulang sampai rumah sudah hampir jam 8.  Setelah dikerokin, kondisinya sudah agak lumayan. Sudah bisa menjawab kalau diajak bicara. Sekitar jam 04:30, baru dia bisa pindah ke kamar lagi, setelah sebelumnya ke kamar mandi lagi dan ada yang bisa dimuntahkan. Perlahan saya menyusul tidur dan baru terbangun sekitar jam 09.30. Dengan kepala yang terasa nyut-nyutan.

Ibu bidadari sudah pergi ke dokter menggunakan ojek tanpa menunggu saya bangun. Mungkin dia kasihan juga melihat kondisi saya juga tidak kalah mengenaskan. Dan ternyata berbeda dari perkiraanku bahwa gulanya lagi tinggi, ternyata gulanya malah turun – dibawah 200. Mungkin itu yang membuatnya malah drop. Dari biasa tinggi, tiba-tiba menjadi rendah.

Selesai mandi, kami pergi menengok salah satu teman yang sedang diopname di RS. FMC – Ciluar. Sepulang dari sana, badan saya semakin berasa gak karu-karuan. Sampai di sumarh, saya langusng menghempaskan badan ke tempat tidur. Bangun sudah sore, kepala semakin sakit dan keliyengan. Dan yang paling mengganggu adalah – badan saya  terasa lemas banget.

Setelah selesai mandi lagi sekenanya, karena airnya terasa dingin banget, saya berangkat dengan Detha utuk latihan koor. Inilah salah satu keuntungan jadi ketua lingkungan. Walaupun badan berasa remuk redam, ada beban moral untuk tetap datang di setiap pertemuan dan kegiatan lingkungan. Hehehe ….

Sepulang latihan koor, memaksakan diri untuk menyalakan komputer – sekedar menuliskan postingan gak jelas ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s