Arsip Tag: no update

Sang Peziarah


Ide Mampet?

Hah? Setelah kemarin ‘hampir kehabisan ide mau nulis apa, hari ini saya benar-benar buntu. Gak ada ide!  Mampet!

HAH? Padahal baru memasuki hari ke-15 dan sudah gak ada ide lagi mau nulis apa?  Hanya segini sajakah kemampuanku untuk mengikuti tiap hari ngeblog di tahun 2011 ini?

Saya benar-benar tidak punya ide lagi harus menulis apa! Apakah mungkin terpengaruh karena saya lagi sakit? Rasa-rasanya saya punya banyak ide kemarin. Dan tiba-tiba hari ini ide itu hilang begitu saja. HUH!

Mungkin ada benarnya untuk tidak menunda-nunda sesuatu. Kalau punay ide – langsung tulis ketik. Supaya gak ilang. Simpen di draft kalau memang tulisan itu dirasa belum siap untuk dipublish. Dan ketika tidak punya ide sama sekali seperti ini, bisa dimunculkan.

Mungkin memang saya perlu rehat sejenak. Untuk bisa menulis lagi. Walaupuan baru sebatas tulisan-tulisan gak jelas seperti selama ini.


Belum update?

no updateHari ini saya belum bisa update tulisan. Karena seharian nyungsruk di kamar. Biasanya kalau tidak ngantor, saya masih lihat-lihat email kantor dan kadang-kadang masih mengerjakan beberapa kerjaan kantor – yang bisa dikerjakan dari rumah. Tapi hari ini tidak.

Saya benar-benar tepar. Dari pagi tidur dan baru bangun sore hari. Eh … ngga’ juga sih. Tadi siang bangun sebentar pas bidadari pamit mau ke sekolah. Bangun dah sore lalu keluar sebentar nyari obat buat bidadari yang mengeluh kepalanya sakit – pusing(?) – semenjak baru pulang dari sekolah tadi. Sekalian saya mengantar surat pengantar ke salah satu anak di lingkungan kami yang akan masuk ke Seminari.

Karena yang bersangkutan sedang menjaga toko sementara kedua orangtuanya sedang pulang kampung, maka saya ambil sekalian surat pengantar yang sudah diisi, untuk diserahkan ke sekretaris lingkungan. Dan bapak sekretaris yang sangat baik, menyarankan saya untuk membubuhkan tanda tangan sekalian, sehingga nanti tinggal distempel lalu diberikan kembali ke anaknya, untuk selanjutnya dimintakan tanda tangan dari Ketua Wilayah. Terakhir surat itu harus diserahkan ke Paroki untuk mendapatkan surat pengantar dari Paroki. Duuuh. Ribet juga ya. Jadi ingat sewaktu jagoan saya mengurus surat yang sama, ketika mau masuk ke Seminari Stella Maris 4 tahun yang lalu.

Pulang dari sana, lalu menemani bidadari yang pusingnya kayaknya sudah mulai berkurang – saya nonton lagu-lagu dari sekelompok anak muda korea. Ibu bidadari sesekali ikutan nimbrung. Cakep-cakep ya?

HAH? Bidadari saya yang baru kelas 3 SD sudah bisa berkomentar demikian?

Eh ini dihitung update tulisan ga’ ya?


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.