Bidadari saya sangat tertarik dengan dunia memasak kelihatannya. Beberapa kali saya melihat, ketika ibunya sedang memasak di dapur atau sedang membuat kue, maka dia akan dengan sepenuh hati menunggu dan melihat ibunya kerja. Sesekali dia akan membantu ibunya memegangi mixer atau mengulek bumbu.
Rupa-rupanya keinginan untuk mempraktekkan ilmu memasaknya tidak bisa lagi ditahan-tahan. Ketika saya hari ini masuk siang karena agak tidak enak badan akibat dari seringnya pulang malam bahkan sekali harus nginap di kantor, bidadari dengan penuh semangat menawarkan ke saya untuk menjadi korban membuat menu sarapan pagi spesial.
Dengan penuh semangat dia langsung beraksi di dapur tanpa mengganti baju seragam tidurnya – kaos tanpa lengan dengan celana dalam dowang. Dan tidak berapa lama, terhidanglah telur usek-usek. Heh? Telur usek-usek?
Yup. Telur orak-arik ala bidadari. This is it.



