Arsip Tag: bidadariku

This is it …

Bidadari saya sangat tertarik dengan dunia memasak kelihatannya. Beberapa kali saya melihat, ketika ibunya sedang memasak di dapur atau sedang membuat kue, maka dia akan dengan sepenuh hati menunggu dan melihat ibunya kerja. Sesekali dia akan membantu ibunya memegangi mixer atau mengulek bumbu.

Rupa-rupanya keinginan untuk mempraktekkan ilmu memasaknya tidak bisa lagi ditahan-tahan. Ketika saya hari ini masuk siang karena  agak tidak enak badan akibat dari seringnya pulang malam bahkan sekali harus nginap di kantor, bidadari dengan penuh semangat menawarkan ke saya untuk menjadi korban membuat menu sarapan pagi spesial.

Dengan penuh semangat dia langsung beraksi di dapur tanpa mengganti baju seragam tidurnya – kaos tanpa lengan dengan celana dalam dowang. Dan tidak berapa lama, terhidanglah telur usek-usek. Heh? Telur usek-usek?

Yup. Telur orak-arik ala bidadari. This is it.


Belajar menghargai …

Beberapa hari yang lalu, ketika saya sedang asyik di depan komputer, anak perempuan saya yang masih kelas 3 SD  dengan penuh semangat menunjukkan jarinya dan memaksa saya untuk melihat. Dengan malas saya menoleh. Sebentar. Selain memang sedang suntuk karena design yang harus saya kerjakan berubah-berubah terus, saya juga tidak terlalu tertarik dengan apa yang dia tunjukkan.

Permainan karet gelang. Bidadari saya menunjukkan karet gelang yang  dikaitkan di kedua tangannya dan dengan gerakan tertentu menghasilkan bentuk-bentuk yang berbeda.

“Ini huruf A …, W…. lalu Y. Terus ……..kupu-kupu. Bagus kan?” Celotehnya dengan riang.

Saya melirik. Sekilas. Pandangan saya kembali ke monitor. Anak saya masih terus menunjukkan beberapa bentuk lagi, sambil menerangkan bentuk apa yang sudah selesai. Bagus … bagus. Sesekali saya berkomentar. Lama kelamaan  dia sadar bahwa saya nyaris tidak memperhatikan dia sama sekali. Perlahan dia beringsut ke dekat tv.

Merasa tidak ada gangguan saya meneruskan pekerjaan saya kembali. Dan peristiwa itu hampir tak meninggalkan arti pada saya. Saya sudah melupakannya.

Hingga hari ini …  Continue reading


Belum update?

no updateHari ini saya belum bisa update tulisan. Karena seharian nyungsruk di kamar. Biasanya kalau tidak ngantor, saya masih lihat-lihat email kantor dan kadang-kadang masih mengerjakan beberapa kerjaan kantor – yang bisa dikerjakan dari rumah. Tapi hari ini tidak.

Saya benar-benar tepar. Dari pagi tidur dan baru bangun sore hari. Eh … ngga’ juga sih. Tadi siang bangun sebentar pas bidadari pamit mau ke sekolah. Bangun dah sore lalu keluar sebentar nyari obat buat bidadari yang mengeluh kepalanya sakit – pusing(?) – semenjak baru pulang dari sekolah tadi. Sekalian saya mengantar surat pengantar ke salah satu anak di lingkungan kami yang akan masuk ke Seminari.

Karena yang bersangkutan sedang menjaga toko sementara kedua orangtuanya sedang pulang kampung, maka saya ambil sekalian surat pengantar yang sudah diisi, untuk diserahkan ke sekretaris lingkungan. Dan bapak sekretaris yang sangat baik, menyarankan saya untuk membubuhkan tanda tangan sekalian, sehingga nanti tinggal distempel lalu diberikan kembali ke anaknya, untuk selanjutnya dimintakan tanda tangan dari Ketua Wilayah. Terakhir surat itu harus diserahkan ke Paroki untuk mendapatkan surat pengantar dari Paroki. Duuuh. Ribet juga ya. Jadi ingat sewaktu jagoan saya mengurus surat yang sama, ketika mau masuk ke Seminari Stella Maris 4 tahun yang lalu.

Pulang dari sana, lalu menemani bidadari yang pusingnya kayaknya sudah mulai berkurang – saya nonton lagu-lagu dari sekelompok anak muda korea. Ibu bidadari sesekali ikutan nimbrung. Cakep-cakep ya?

HAH? Bidadari saya yang baru kelas 3 SD sudah bisa berkomentar demikian?

Eh ini dihitung update tulisan ga’ ya?


Liburan bidadariku

Salah satu perjalanan liburan favorite bidadariku adalah ‘main’ ke kantor. Dia selalu bersemangat kalau diajak ke kantor. Biasanya setiap hari bangun siang - itupun harus dibangunkan dengan sejuta kehebohan, kalau mau ke kantor pasti langsung dengan manis menuju kamar mandi jam berapapun dibangunkan.

Seperti hari ini …

Jam enam pagi sudah bangun dan langsung mandi. Giliran saya mandi, dia sudah dandan rapi dan manis. Dan ketika sampai di kantorpun, dia akan duduk manis tanpa mengganggu pekerjaan saya. Dia akan asyik dengan ‘dunia‘nya sendiri, sehingga terkadang saya tidak merasa kalau bidadariku ada di kantor.

Berikut ini hal-hal yang akan dikerjakannya kalau di kantor: Continue reading


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.